Showing posts with label Lokal. Show all posts
Showing posts with label Lokal. Show all posts

Friday, 16 October 2015

Merubah mitos mistis burung hantu menjadi peliharaan menyenangkan


Burung hantu yang tergolong liar dan buas, ternyata bisa menjadi hewan peliharaan yang jinak dan menyenangkan. Di makassar, sulawesi selatan misalnya, bahkan telah terbentuk Makassar Owl Community atau komunitas pecinta burung hantu.

M.O.C yang bermarkas di minasa upa, blok L ini, tiap malam melatih sejumlah  owl yang menjadi peliharaan anggotanya. Tidak hanya melatih skill, di komunitas ini juga mengajarkan pada anggotanya tentang bagaimana menjinakkan burung hantu atau proses manning. Mulai dari pakannya hingga bisa bersosialisasi dengan manusia.
Burung hantu ,  memang  jenis unggas yang mempunyai wujud  seram serta buas ini . Namun jika kita tau menjinakkannya, bisa menjadi hewan peliharaan yang unik dan menyenangkan. Walaupun di mata masyarakat awam, jenis burung hantu konon menyimpan mistis dengan berbagai mitos. Yaitu, jika ada burung hantu pasti ada orang yang mati. Namun hal itu tidak berlaku bagi komunitas owl makassar. 
Nah.....bagi anda yang berminat untuk memelihara burung hantu. Ada beberapa tahapan yang harus anda miliki. Seperti perlengkapan, yaitu tempat nangkring atau pearch, glove atau sarung tangan yang berguna mencegah agar tangang tidak terluka kerena terkena kuku si owl. Serta angklet atawa gelang kaki, ada juga jazz yang merupakan penghubung antara angklet dan swivel. Sementara swivel berguna untuk mencegah agar tali tidak terlilit, dan yang terakhir ada fox atau pluit guna penanda atau kode saat pelatihan owl.
Dalam komunitas makassar owl, sudah ada 7 owl yang berhasil dijinakkan. Sementara anggota telah berjumlah 20 orang. Tiap minggu sore pun mereka menggelar gathering di anjungan pantai losari, pukul 5 sore hingga pukul 8 malam. 
Memelihara owl tidak lah sulit namun tidak segampang yang difikirkan. Karena dalam menghadapi jenis ow,  haruslah ekstra sabar dalam proses penjinakkan, tutur pria berkacamata dengan ini”.
Celepuk owl, oriental owl , bay owl, barn owl, buffy fish owl serta barn owl white face, telah sukses dijinakkan dan telah mencapai level sempurna. Hal ini disebabkan semua burung hantu peliharaannya, hampir tiap malam di latih oleh partnernya(istilah untuk tuannya). Seperti pada jenis buffy fish owl yang dilatih  menerkam umpannya dalam jarak pendek atau dengan istilahnya (jump to the fist ). Beda halnya dengan jenis barn owl white face. Jenis tersebut bahkan telah berhasil di latih terbang hingga seratus meter demi menerkam umpannya.  Yang di kenal dengan istilah fly to the fist, dengan anak ayam sebagai umpannya.
 
Dalam proses pencapai hal itu, tentu tidaklah mudah . Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Seperti proses manning atau penjinakan yang di biasakan makan diatas glove atau sarung tangan. Serta dibiasakan selama 30 menit berdekatan dengan tuannya(partnernya). Para owlry(sebutan untuk pecinta burung hantu) di makassar pun, tidak hanya didominasi kaum adam saja. Ada juga wanita loh...., yang juga menyenangi jenis burung predator tersebut. Dan  bahkan berhasil menjinakkannya hingga peliharaanya dapat di bawah ke mana mana. 
 
Jenis burung hantu, dengan berbagai mitos tidak hanyalah sebuah mitos. Karena jenis burung hantu merupakan unggas pembawa rejeki dan bisa menjadi sahabat yang baik mengalahkan naluri kucing. Jika sudah sangat akrab kepada partnernya, ungkap gadis berkerudung ini, “alexa”.

Burung hantu memang memiliki daya tarik sendiri. Itu terbukti  dari ketertarikan puluhan pengunjung saat komunitas owl menggelar gathering. Perlahan namun pasti , M.O.C telah berhasil memperkenalan ke masyarakat luas, bahwasanya jenis burung hantu bukanlah untuk di takuti. Karena jenis unggas satu ini memang unik  apabila kita tahu menjinakkannya.

Nah, bagi anda yang berminat menjadi owlry atau pecinta burung burung predator, perbanyaklah konsultasi kepada ahlinya. Memelihara burung hantu bukanlah hal yang gampang, namun juga bukan hal yang mustahil untuk dijinakkan.


Sunday, 9 September 2012

"Makassar Underground", dalam problema dan realita


KABARKAMI, kegiatan musik underground yang berlangsung beberapa waktu lalu, di gedung veteran sao soro kanae merupakan perpaduan musik metal, deat metal, grindcore, metal core hingga punk melebur menjadi satu kesatuan yang utuh. Ratusan massa berkaroke bebas lepas untuk menghidupkan musik bawah tanah yang larut dalam kegelapan yang bernyawa dengan iringan distorsi dan ketukan drum bak Senapan, kaliber 5,56 mm, M16 milik TNI.


Perhelatan event yang di gagas langsung oleh komunitas 'makassar metal sindicated'(MMS), merupakan salah satu upaya untuk mewadahi genre musik underground yang terbilang cukup di takuti oleh sebahagian kalangan masyarakat makassar. Karena jenis musik ini dianggap sebagai sumber dari sumbu keonaran yang sering meresahkan warga sekitar. jelas, tuduhan seperti ini sangat merugikan bagi para band tersebut hingga para pembuat hajatan musik underground. jika menilik lebih jauh ke dalam, musik merupakan alat pemersatu, tanpa harus mengenal genre yang di anut bagi semua kalangan band yang ada di indonesia.


Makassar underground, adalah salah satu event musik yang berani membawa nama makassar sebagai daya tarik untuk lebih banyak menarik para band yang ingin terlibat langsung di dalamnya hanya untuk memuaskan dahaga agar bisa tetap eksis dalam mempertahankan idealis mereka. Sekedar mengingatkan Event bertajuk "Makassar bersatu" part I dan II, merupakan event yang harusnya berskala nasional, karena berani membawa nama makassar dan mempersembahkan 100 band dalam satu panggung dengan waktu 2 hari penuh. beda halnya dengan Makassar Underground, karena event ini berani menggunakan kata "Underground" dalam kegiatan yang cuman memakan waktu seharian full dengan penampilan 32 band plus tambahan amunisi dari kalimantan timur yang di daulat sebagai jawaranya tenggarong dalam genre metal core. 

Permainan dinamis dan atraktif yang di suguhkan oleh para metal grounder dan punk beberapa waktu lalu, sukses memukau bagi para penonton yang notabene adalah penghuni setia dari jenis musik yang mereka jagokan, tanpa harus mendegradasikan idealis sesama pecandu musik underground, mereka pun larut dalam euforia, moshing hingga headbang bersama, Walaupun mungkin dari segelintir band, terpencik kata yang kurang memuaskan bagi para panitia, tapi itulah dinamika dari musik bawah tanah. Tidak semua event yang mengatas namakan underground selalu sukses tanpa menyisakan suatu problema dalam realitas sebagai kanal acara musik bawah tanah.